Senin, 09 November 2009

MAKNA KATA UMMAH DALAM ALQURAN

MAKNA KATA UMMAH DALAM ALQURAN

Nur Anisah Ridwan

ملخص: اشتمل القرآن الكريم على واحدة وستين أية استخدم فيها كلمة "الأمة" ولهذه الكلمة معان كثيرة تناسب بسياق الآية. منها ما بمعنى الإمام لنبى الله إبراهيم عليه السلام لما اجتمع فيه الأخلاق المحمودة. وقد تدل الأمة على معنى أهل النار من الجن والإنس، وأهل الكتاب، والوقت، والناس. وليس إلا أربع آيات من الآيات الشاملة لكلمة الأمة تدل على أمة الإسلام، وأما معظمها تدل على معان أخرى.

الكلمات الرئيسة: الأمة، القرآن

Satu dari beberapa definisi mengenai masyarakat menyebutkan bahwa masyarakat adalah kumpulan sekian banyak individu –kecil atau besar- yang terikat oleh satuan; adat, ritus atau hukum khas, dan hidup bersama. Ada beberapa kata yang digunakan Alquran untuk menunjuk kepada masyarakat atau kumpulan manusia. Antara lain : qawm, ummah, sya’ab, dan qabilah.
Penyebutan kata ummah (Arab) atau “umat” (Indonesia) seringkali dinisbatkan kepada umat Islam sehingga terkesan seolah-olah gabungan kedua kata itu merupakan tarkib idafi yakni suatu kesatuan yang tak terpisahkan. Dengan demikian, jika seseorang menyebut kata “umat” apakah berkedudukan sebagai subyek misalnya “umat dalam keadaan melarat”, atau sebagai obyek “kita harus membela umat” bahkan ketika menjadi kata majemuk seperti “kader umat”, “kepentingan umat” dan sejenisnya, maka yang dimaksudkan adalah umat Islam. Hal ini dapat dimaklumi berdasarkan pemahaman dari suasana pernyataan tersebut. Akan tetapi menjadi masalah jika pernyataan tersebut diucapkan oleh seorang yang bukan muslim.
Di dalam beberapa ensiklopedi, kata “umat” diartikan dengan berbagai pengertian. Ada yang memahaminya sebagai “bangsa”, ada pula yang mengartikannya dengan “negara” seperti yang dikutip Maghfur W (2002) dari Al-Mu’jam al-Falsafi yang disusun oleh Pusat Bahasa Arab (Majma’ Al-Lughah Al-Arabiyah). Lembaga ini memberikan pengertian ummah sebagai komunitas manusia yang membentuk kesatuan politik, yang disatukan oleh satu tanah air, satu bahasa, budaya dan perasaan. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kata “umat” diartikan sebagai : (1) para penganut atau pengikut satu agama, dan (2) makhuk manusia (1991).
Pengertian-pengertian seperti yang telah diungkapkan di atas dapat mengakibatkan kerancuan pemahaman terhadap konsep ummah yang ada di dalam Alquran. Bahkan bisa jadi akan menimbulkan kesalah pahaman di kalangan umat Islam sendiri. Sekedar untuk menelusuri makna kata ummah dari segi bahasa serta pengertiannya di dalam Alquran tulisan ini disusun.

KATA UMMAH DARI SEGI BAHASA
Al-Ghalayaini (1987) mengemukakan bahwa dalam bahasa Arab “kalimat” atau “kata” menurut jenisnya terbagi menjadi tiga kelompok : (1) Isim yaitu semua jenis kata benda atau yang dibendakan, dan kata sifat, (2) Fi’il ( kata kerja ), (3) Harf (dalam bahasa Indonesia lebih merupakan kata tugas atau kata depan, kata sambung atau kata penghubung).
Isim atau kata benda bila ditinjau dari analisa pembentukan kata terbagi menjadi dua. Yaitu: (1) Isim jamid (form of the base word), dan (2) Isim musytaq (derived). Isim jamid adalah kata benda yang tidak berasal dari kata kerja, tetapi terkadang menjadi dasar pembentukan kata kerja seperti kata hajar (batu), kemudian menjadi ihtajara yang berarti membatu. Sementara Isim musytaq adalah kata benda yang merupakan bentukan dari kata kerja (kata jadian dalam bahasa Indonesia ). Salah satu bentuk dari kata jadian dalam bahasa Arab adalah isim masdar (infinitive).
Dari sudut makna, masdar merupakan isim yang harus mendukung peristiwa atau perbuatan. Dengan demikian, hubungan antara masdar dan kata kerja asal sedemikian eratnya sehingga merupakan satu ide atau gagasan dasar, misalnya kata Quran berarti bacaan, berasal dari kata qara’a, dalam berbagai bentuk yang berarti: telah membaca, sedang membaca, dan akan membaca atau bermakna bacaan. Semua rentetan arti ini hanyalah menunjuk pada satu makna yaitu suatu aktifitas yang di lakukan untuk menghasilkan suatu pekerjaan yaitu membaca.
Kata Ummah adalah isim musytaq yang berasal dari kata kerja amma ya’ummu amman imaman imamatan umumatan ( امّ-يؤمّ-أَماّ-إماما-إمامة-أمومة ) yang berarti ; menuju atau bermaksud قصد) ), imam, تقدمهم وكان لهم إماما)), cara atau jalan (الطريقة), ibu (صارت أَمّا), asal, pangkal, sumber atau induk (أصل الشيء) (Ma’luf, 1986).
Syihab (1996) memberikan uraian kata ummah dari أمّ-يؤمّ berarti menuju, menumpu, dan meneladani. Dari akar yang sama, lahir antara lain kata umm yang berarti “ibu” dan imam yang berarti “pemimpin” karena keduanya menjadi teladan, tumpuan pandangan, serta harapan anggota masyarakat.
Bila dilihat keseluruhan arti dari asal kata ummah di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kata tersebut menunjukkan pada proses dinamis suatu komunitas. Yaitu komunitas yang bergerak maju dengan tetap berlandaskan pada asas kebersamaan dan kesadaran bahwa mereka merupakan himpunan individu, ibarat satu ibu, satu asal, sehingga menjadi bersaudara.
Menurut Maghfur W (2002) kata “umat” merupakan isim al-Jins (kata benda yang menunjukkan jenis tertentu), seperti kata al-Insan yang mempunyai konotasi jenis makhluk berakal yang berbeda dengan makhluk lain seperti al-hayawan, al-mala’ikah atau al-jin. Dalam kaitannya dengan pengertian tersebut, maka kata “umat” merupakan isim al-Jins yang menunjukkan pada jenis komunitas khusus yang berbeda dengan komunitas lain, seperti al-sya’ab (bangsa), atau al-qabilah (suku).
Perbedaan antara ketiga kata di atas terletak pada ikatan yang membentuknya. Qabilah merupakan komunitas manusia yang berasal dari satu garis keturunan, baik dari ayah maupun kakek Seperti kabilah Bani Quraydah dan kabilah Bani Hasyim. Sya’ab menunjuk pada komunitas manusia yang berasal dari berbagai garis keturunan ayah maupun kakek, namun tetap berasal dari satu nenek moyang, seperti bangsa Arab yang terdiri dari suku Qurasy, suku Hudhayil dan sebagainya. Adapun ummah merupakan komunitas manusia yang berasal dari berbagai etnik, bangsa dan bahasa, namun diikat dengan akidah yang sama (Ibn Manzur,1990).
Definisi tersebut di atas diperkuat oleh pernyataan redaksi majalah Al-Wa’ie (1417 H) pada topik “Mafhum al-Ummah” yang memberikan pengertian kata ummah sebagai satu komunitas manusia yang disatukan oleh akidah yang sama yang mampu melahirkan sistem, seperti umat Islam, umat Kristen dan umat Yahudi.

KATA UMMAH DALAM TERMINOLOGI ILMU PENGETAHUAN
Ali Syariati dalam bukunya Al-Ummah wa Al-Imamah menyebutkan keistimewaan kata ini dibanding kata semacam nation atau qabilah (suku). Pakar ini mengartikan kata ummah—dalam konteks sosiologis—sebagai himpunan manusiawi yang seluruh anggotanya bersama-sama menuju satu arah, bahu membahu, dan bergerak secara dinamis di bawah kepemimpinan bersama (Shihab, 1996).
Al-Maraghi (1963) mendefinisikan kata ummah dengan kelompok atau organisasi yang menghimpun individu-individu dalam satu ikatan, sehingga memiliki ketergantungan antara satu dengan lainnya bagaikan anggota tubuh, untuk saling melengkapi sisi-sisi kelemahan dan sedapat mungkin terhindar dari kesalahan berbuat dosa.
Qutb (1967) berpandangan sama dengan Maraghi bahwa ummah adalah jamaah atau kelompok, hanya saja ia lebih jauh mengemukakan bahwa didalam melaksanakan tujuan kebaikan diperlukan kekuatan karena suatu kebaikan hanya dapat ditegakkan oleh orang-orang yang mempunyai kekuatan. Oleh karena itu, sebuah organisasi haruslah dapat menghimpun semua potensi yang ada untuk melahirkan satu kekuatan.


KATA UMMAH DALAM ALQURAN
Secara keseluruhan kata ummah dalam Alquran mempunyi tiga bentuk, yaitu : mufrad (single), mudhaf (aneksi), dan bentuk jama’ (plural). Seluruhnya diulang sebanyak 64 kali dalam 33 surat 61 ayat. Bentuk kata ummah dalam Alquran dapat diklasifikasikan sebagai berikut : Mufrad (أمة ) yang disebutkan sebanyak 49 kali dalam 22 surat, 47 ayat,. Bentuk Mudhaf (أمتكم) disebut sebanyak 2 kali dalam 2 surat, 2 ayat, dan bentuk jama’ (أمم) 13 kali dalam 9 surat, 12 ayat .
Di dalam bahasa Arab suatu kata akan mengalami perubahan makna tergantung pada semangat kalimat yang mendukungnya atau konteks dimana ia ditempatkan. Sehingga sering terjadi keragaman arti sebuah kata karena situasi atau konteks kalimat. Persoalan semacam ini banyak ditemukan dalam Alquran. Kata al-kitab misalnya, dalam terjemahan Departemen Agama (1989) selain menunjukkan pengertian Alquran sebagai wahyu bagi Muhammad, pada konteks lain menunjukkan pada kitab Zabur (Q:27:40),Taurat dan Injil (Q:2:144). Bahkan di tempat lain berarti aturan (ketentuan atau ketetapan) (Q:30:56), perjanjian (Q:24:33), catatan amalan (Q:45:29), lauh mahfuzh (Q:17:58), surat (Q:27:29).
Demikian pula halnya kata ummah. Di dalam Alquran, makna kata ini muncul sangat bervariasi, artinya tidak dibatasi secara tegas pada satu makna. Misalnya pada surat 12:45 Alquran menggunakan kata ummah untuk arti “waktu”. Sedangkan pada surat 43:22 menunjuk pada arti “jalan/ gaya hidup”.
Yang perlu dicermati adalah bahwa Alquran tidak hanya berbicara ummah dalam dataran umat Islam saja tetapi meliputi berbagai macam komunitas manusia. Kata Ummah dalam surat 7:159 berbicara tentang umat Musa, dan yang dimaksud ummah dalam surat 3:11 adalah “ahlul kitab”. Kata ummah yang menunjuk kepada pengertian umat Islam hanya terkandung dalam empat ayat dari enampuluh satu ayat yang berbicara tentang ‘ummat’ yaitu; surat 2:143, 3:104, 3:110, dan surat 21:92.
وكذلك جعلناكم أمّة وسطا لتكونوا شهدآء على الناس ويكون الرسول عليكم شهيدا
Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. (2:143).
ولتكن منكم أمّة يدعون إلى الخير ويأمرون بالمعروف وينهون عن المنكر
Dan hendaklah di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. (3:104).
كنتم خير أمّة أخرجت للناس تأمرون بالمعروف وتنهون عن المنكر وتؤمنون بالله
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. (3:110).
إنّ هذه أمّتكم أمّة واحدة وأنا ربّكم فاعبدون
Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah aku. (21:92).
Dalam beberapa surat seperti S:7:38 dan S:41:25 kata ummah digunakan dalam satu bagian yang sungguh tidak menarik yaitu jenis jin dan manusia penghuni neraka, S:43:33 menunjuk orang-orang kafir, dan dua kata ummah di dalam satu ayat dalam S:11:48 memberikan pengertian yang kontradiktif, yang pertama ditujukan kepada orang-orang mukmin pengikut Nuh, dan yang kedua menunjuk pada orang-orang yang akan ditimpa azab. Surat 13:30 menggunakan kata ummah menunjuk orang-orang yang enggan menjadi pengikut para Nabi.
Dari beberapa pengertian tersebut di atas diketahui bahwa kata “umat” tidak hanya digunakan untuk menunjuk pada manusia-manusia yang ta’at beragama dan atau penganut satu agama tertentu.
Dalam beberapa kasus terpisah term ummah menunjukan pada semua jenis makhluk hidup, termasuk di dalamnya al-hayawan (S:6:38).
وما من دآبّة فى الأرض ولا طآئر يطير بجناحيه إلاّ أمم أمثالكم
Dan tiada binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat juga seperti kamu.
Pengertian ini dikuatkan oleh beberapa hadis Nabi diantaranya :
(1) diriwayatkan oleh Imam Muslim:
النمل أمّة من الأمم
Semut (juga) merupakan suatu umat dari umat-umat yang ada

(2) diriwayatkan oleh At-Tirmidzi:
لولا أن الكلب أمّة من الأمم لأمرت بقتلها
Seandainya anjing-anjing itu bukan termasuk umat niscaya saya perintahkan untuk dibunuh

Kata Ummah digunakan sekali dalam satu surat menunjukan seorang individu, yaitu Ibrahim dalam kapasitasnya sebagai seorang hamba yang menyatu di dalam dirinya sekian banyak sifat terpuji (S:16:120), dari sini beliau kemudian disebut sebagai imam, yakni pemimpin yang diteladani.

إنّ ابراهيم كان أمّة قانتا لله حنيفا ولم يك من المشركين
Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk
orang-orang yang mempersekutukan Allah.
Ad-Damighani (abad ke-11H.) dalam Shihab (1996) menyebutkan sembilan arti untuk kata ummah dalam bentuk tunggal, yaitu ; (1) kelompok (S:28:23), (2) agama (tauhid) (S:21:92, S:23:52), (3) waktu yang panjang (S:12:45), (4) kaum (S:2:128), (5) pemimpin (S:7:181), (6) generasi lalu (S:2:134), (7) umat Islam (S:2:143, S:3:104, S:3:110), (8) orang-orang kafir (S:7:38, S:43:33), dan (9) manusia seluruhnya (S:13:30, S:23:43) ). Benang merah yang menggabung makna-makna di atas adalah “himpunan”.
Makhluf (1956) memberikan pengertian Kata ummah pada S:21:92 dengan “Agama Islam” .( ملّة الإسلام) S:2:143 “umat yang adil atau pilihan /umat Islam” (خيارا أو متوسطين معتدلين). S:3:113 “golongan yang berlaku lurus” (مستقيمة ثابتة على الحق ). S:11:8 berarti “waktu “ (طائفة من الأيام قليلة ,). S:16:120 “ orang yang mengajarkan kebaikan " معلما للخير )). S:23:52 “ Agama dan syariah" (ملتكم وشريعتكم). S:28:23 “ sekelompok” (جماعة). S:43:22 “Agama dan tata cara pelaksanaannya” (دين وطريقة تؤم وتقصد). S:43:33 ” orang-orang yang terkungkung dalam kekafiran”. (مطبقة على الكفر حبا للدنيا).
Memperhatikan beberapa pengertian di atas, dapat dikatakan bahwa makna kata ummah lebih banyak digunakan untuk menunjuk kelompok-kelompok dalam satu komunitas yang luas. Hal ini terlihat pula dalam ayat-ayat berikut ; Tuhan telah mengutus tiap-tiap ummah seorang rasul (S: 6:42, (S:10:47, S:13:30, S:16:36, 63, S:23:44, S:29:18) pemberi peringatan untuk membimbing mereka pada jalan yang benar (S:35:24, 42). Tetapi rasul-rasul itu seperti Muhammad, sering diserang, dan Qur’an menyebut mereka sebagai kaum pendusta (S:23:44, S. 29:18). Karena itu, para rasul akan menjadi saksi atas mereka pada hari pengadilan (S:4:41, S:16:84, 89, S:28:75, S:2:143). Tiap-tiap ummah dibangkitkan untuk diadili ( S:6:108, S:10:49, S:15:5, S: 23:43, S: 27:83). Ada juga sejumlah individu yang memperhatikan seruan Tuhan, dengan demikian, mereka berjalan pada jalan yang benar (S:5:66). Kumpulan orang-orang yang tulus di antara ahl al- kitab juga disebut ummah (S:3:113, S:5:66, S:7:159, S:2:134, 141, S:7:159,181, S:11:48). Mereka adalah kelompok-kelompok kecil yang terbatas dalam komunitas-komunitas yang lebih luas.

SIMPULAN
Bedasarkan atas apa yang telah dijabarkan di atas dapat disimpulkan bahwa kata “umat” di dalam Al-Quran memiliki diversifikasi makna sesuai dengan pesan yang termuat di dalam ayat tersebut. Dari enam puluh satu ayat yang menggunakan kata ummah muncul sebelas pengertian, yaitu : (1) waktu, (2) cara/ jalan, (3) generasi lalu (umat Musa dan Nuh), (4) Ahlul kitab, (5) umat Islam, (6) orang-orang kafir (dari jenis jin dan manusia), (7) semua jenis makhluk termasuk al-hayawan, (8) manusia seluruhnya, (9) Imam/pemimpin (Ibrahim), (10) agama Islam, (11) kelompok/kaum.

DAFTAR RUJUKAN

Al-Ghalayaini, Mustafa. 1987. Jami’u al-durus al-arabiyah. Beirut : Maktabah al-Asriyah.

Al-Maraghi, Ahmad Mustafa. 1963. Tafsir Al-Maraghi. Mesir:Mustafa Al-Babi wa Al-Halabi.

Departemen Agama. 1989. Alquran dan Terjemahannya. Semarang : Toha Putra.

Ibn Manzur. 1990. Lisan al-Arab. Beirut : Dar Fikr.
Maghfur W, Muhammad. 2002. Koreksi atas Kesalahan Pemikiran Kalam dan Filsafat Islam. Bangil Jatim: Al-Izzah.

Makhluf, Husein Muhahammad. 1956. Kalimatul Quran tafsir wal bayan. Kairo: Darul Fikri.

Ma’luf, Louis. 1986. Al-mujid fi al-lughah wa al-a’lam. Beirut : Dar al-Masyriq.
Majalah Al-wa’ie, 1417H. Mafhum al-Ummah. Beirut.
Qutb, Sayyid. . 1967. Fi Zhilalil Quran. Beirut: Ihya Al-Turat al Arabi.
Shihab, Quraish M. 1996. Wawasan Al-Quran. Bandung: Mizan.
Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 1991. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta :Balai Pustaka.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar